5 Cara Membangun Personal Branding di Era Digital

5 Cara Membangun Personal Branding di Era Digital

Personal branding. Istilah yang satu ini udah gak asing dong ya. Dalam membangun karier di era digital, personal branding itu ibarat kunci yang bisa membuka berbagai peluang.

Seseorang dengan personal branding yang kuat memiliki pengaruh yang besar terhadap orang lain. Ini adalah nilai jual yang gak dimiliki setiap orang.

Pertanyaannya, gimana cara membangun personal branding seperti yang diharapkan?

Membangun personal branding memang tak semudah membalikan telapak tangan. Namun, bukan berarti mustahil dilakukan. Setidaknya, ada lima langkah yang bisa dilakukan untuk membangun personal branding, yaitu:

5 Cara membangun personal branding di era digital

1. Mengenal diri sendiri

Mengenal diri sendiri sekilas tampak mudah ya, padahal sebaliknya. Seperti kata filsuf asal Yunani, Thales, “The most difficult thing in life is to know yourself.”  Mengenal diri sendiri justru butuh kerja keras dan proses yang panjang.

Tapi, tak mungkin “menjual” sesuatu yang tak kita kenali, kan? Jadi mau gak mau proses ini harus dijalani.

Sebagai langkah awal, ada beberapa pertanyaan yang bisa digunakan untuk lebih mengenal dirimu sendiri. Berikut di antaranya:

  1. Apa nilai yang kamu punya baik secara profesional maupun personal?
  2. Apa yang kamu tawarkan yang tidak ada pada orang lain?
  3. Apa kekuatan dan kelemahan yang kamu punya?
  4. Bagaimana kamu ingin dikenal oleh orang lain?

Saat kamu telah mengenal diri dengan baik, kamu bisa menampilkan diri secara otentik dengan lebih percaya diri. Kamu pun dapat berpikir secara objektif saat menerima masukan maupun kritikan.

2. Jadilah konsisten

Membangun personal branding tak bisa terjadi dalam semalam. Untuk itu kamu perlu secara konsisten membentuk citra diri yang kamu harapkan.

Sebagai contoh, gunakan nama akun dan gaya bahasa yang sama di seluruh akun media sosial. Mulai dari Twitter, Instagram, hingga LinkedIn. Jika diperlukan untuk melakukan penyesuaian, pastikan tetap menjadi dirimu sendiri ya.

3. Miliki ciri khas

Membangun personal branding ibarat sedang memasarkan sebuah produk. Kamu harus punya unique selling point (USP) yang membuat produk atau jasa yang kamu tawarkan lebih baik dari kompetitor.

Untuk itu, kamu perlu mengetahui nilai jual yang kamu punya. Apa yang membuatmu berbeda dari orang lain? Apa yang membuatmu lebih menarik dari orang lain?

4. Jalin relasi digital

Dalam dunia digital, kamu bisa berinteraksi tanpa sekat dengan siapa pun, dari mana pun. Hal ini sayang jika tak dimanfaatkan secara optimal. Sebab, memperluas relasi digital secara tak langsung dapat membuka banyak peluang baru yang tak disangka-sangka sebelumnya, loh.

Ada banyak cara untuk menjalin relasi digital. Mulai dari memberi komentar yang positif, ikut berdiskusi mengenai topik yang kamu kuasai, sampai bergabung dengan komunitas sesuai bidangmu.

5. Terus belajar

Satu-satunya yang tetap adalah perubahan. Meski terdengar klise, hal tersebut memang tak bisa disangkal.

Ilmu pengetahuan terus berkembang, begitu pun dengan teknologi. Fakta ini membuat kita mau gak mau harus terus meng-upgrade diri dan beradaptasi dengan situasi. Sepakat, Sis?

Contoh sederhana, jika selama ini kamu hanya aktif di Instagram dan Twitter, kamu dapat mulai membangun personal branding melalui Spotify.

Terakhir, modal lain yang gak boleh ketinggalan adalah punya koneksi internet yang lancar, betul gak?

Jangan lupa beli dan bayar tagihan internet melalui marketplace favoritmu via aplikasi Getplus. Soalnya, kamu bisa dapat ribuan poin yang bisa ditukar dengan berbagai rewards menarik. Asyik kan?

Selamat mencoba tips di atas ya!